Kamis, 02 Mei 2013

Setelah Muncul Menentang Jokowi, Lurah Warakas Tak Berani Ngantor

Jakarta - Lurah Warakas, Jakut Mulyadi terang-terangan menentang kebijakan Gubernur DKI Jakarta Jokowi soal lelang jabatan. Bak selebritis, kini banyak yang mencari Mulyadi. Dia pun memilih bekerja tak dari kantor.

"Saya jarang ngantor, banyak yang nyari termasuk wartawan," jelas Mulyadi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (2/5/2013).

Dia menjamin walau tak ngantor, dia tetap bekerja normal menjalankan aktivitas sebagai lurah mengontrol RW dan RT. "Kita tetap bekerja," imbuhnya.

Mulyadi mengaku dirinya dekat dengan warga. Tak heran kalau kemudian saat dia menentang lelang jabatan Jokowi, dia didukung masyarakat.

"Itu spanduk tulisannya lanjutkan perjuangan," imbuh Mulyadi.



(ndr/gah)


sumber: detik.com

Makam Uje masih terus diziarahi, apa kata MUI?

Para peziarah masih terus berdatangan ke makam Ustaz Jeffry Al Buchori (Uje) yang berada di Karet Tengsing, Jakarta Pusat. Tak hanya dari dalam ibu kota, banyak peziarah juga datang dari luar kota, bahkan ada juga yang datang dari luar negeri.

Dari hari ke hari, makam Uje justru semakin ramai dengan datangnya para peziarah. Bahkan, ada juga warga yang berziarah ke lokasi kecelakaan Uje di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Layaknya sebuah kuburan, lokasi kecelakaan itu juga ditaburi bunga oleh mereka. Dalam Islam, ziarah kubur tidak dilarang. Asalkan peziarah tidak meminta-meminta kepada ahli kubur. Sebab, hal itu sama saja dengan syirik.

Lantas bagaimana tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai fenomena ziarah Uje?

"Itukan euforia yang di-blow up oleh media. Uje ini kan artis yang menjadi dai, atau dai artis. Jadi wajar saja banyak peziarah yang terus datang," kata Ketua MUI, Amidan kepada merdeka.com, Kamis (2/5).

Menurutnya, fenomena tersebut hanya bentuk simpati publik ke Uje yang akan berakhir dengan sendirinya. Karenanya, MUI tidak akan mempersoalkan hal itu.

"Paling dua minggu. Nggak ada masalah itu," kata dia.

Dia mengatakan, yang menjadi persoalan adalah banyaknya peziarah Uje yang menginjak-injak makam lain. Hal itu harus dihindari untuk menghormati ahli kubur yang berada di dalam makam.

"Kalau bisa itu dihindari, kan kita hormati makam yang lain, jangan injak-injak makam lain," katanya.
[dan]
 
sumber: merdeka.com

Setelah Masjidil Haram, Waskita incar renovasi Masjid Nabawi

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) terus melebarkan saya bisnisnya ke luar negeri. Setelah mendapatkan salah satu proyek Waskita di luar negeri dengan merenovasi Masjidil Haram, Arab Saudi, kali ini perusahaan konstruksi pelat merah tersebut mengincar proyek dengan merenovasi Masjid Nabawi, Arab Saudi.
Direktur Utama Waskita, M Choliq, mengatakan sejauh ini hubungan Waskita dengan Bin Laden sebagai kontraktor utama amat baik sehingga bisa mengerjakan banyak proyek di Timur Tengah dalam lima tahun belakangan.
"Proyek ini akan semakin membuat reputasi Waskita semakin baik di Timur Tengah selain mendapatkan laba dari proyek prestisius ini," ucap M Choliq di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/5).
Sementara itu Direktur operasi II Waskita Agus Sugiono optimis bisa mendapatkan proyek ini, pasalnya proyek perluasan masjid suci bagi umat islam ini sudah dijadikan hak prerogatif raja yang didelegasikan kepada Bin Laden Group.
"Mudah-mudahan segera dilaksanakan pemerintah Arab Saudi dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Sejauh ini perseroan selalu dipandang baik dalam pengerjaan proyek bersama dengan bin laden group dengan menjadi sub kontraktor. Semisal, Waskita telah berhasil membangun Riyadh University dan juga Riyadh Financial District. Sedangkan, untuk proyek jangka panjang renovasi Masjidil Haram masih berlangsung dan baru dimulai pada seksi pertama.
[noe]
 
sumber: merdeka.com

Jumat, 26 April 2013

Biografi Ustadz Jeffry : Hidayah Antarkan Mantan Narkoba Menjadi Ustadz

Ustadz ganteng ini laris diminta berdakwah. Perjalanan hidup Jeffry Al Buchori sungguh dahsyat. Penuh gejolak dan tikungan tajam. Proses pergulatan yang luar biasa ia alami sampai ia menemukan kehidupan yang tenang dan menenteramkan. Simak kisahnya…

Sebetulnya aku tidak ingin bercerita banyak tentang masa laluku. Maklum, masa laluku sangat kelam. Namun, setelah kupikir, siapa tahu perjalanan hidupku ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Baiklah, aku bersedia membagi pengalaman hidupku pada para pembaca. Insya Allah, ada gunanya.
Aku lahir dengan nama Jeffry Al Buchori Modal pada 12 April 1973 di Jakarta. Waktu aku lahir, keluargaku memang sudah menetap di Jakarta. Aku lahir sebagai anak tengah, maksudku anak ke-3 dari lima bersaudara. Tiga saudara kandungku laki-laki, dan si bungsu adalah perempuan. Layaknya bersaudara, hubungan kami berlima cukup dekat. Sekadar bertengkar, sih, wajar saja. Apalagi, jarak usia kami tidak berjauhan.
Apih (panggilan Jefri untuk ayahnya, Red.), M. Ismail Modal, adalah pria bertubuh tinggi besar asli Ambon, sedangkan Umi, begitu aku biasa memanggil ibu, Tatu Mulyana asli Banten. Apih mendidik kami berlima dengan sangat keras. Tapi, kalau tidak begitu, aku tidak akan merasakan manfaat seperti sekarang. Kalau kami sampai lupa salat atau mengaji, wah, jangan ditanya hukuman yang akan diberikan Apih. Dalam hal agama, Apih dan Umi memang mendidik kami secara ketat.
Namun, sebetulnya Umi adalah seorang ibu yang amat sabar dan lembut dalam menghadapi anak-anaknya. Apih pun orang yang selalu bersikap obyektif. Dia akan membela keluarganya mati-matian bila memang keluarganya yang benar. Sebaliknya dia tidak segan-segan menyalahkan kami bila memang berbuat salah.
Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuatku menyukai pelajaran agama. Sewaktu kelas 5 SD, aku pernah ikut kejuaraan MTQ sampai tingkat provinsi. Selain agama, pelajaran yang juga kusukai adalah kesenian. Entah mengapa, aku suka sekali tampil di depan orang banyak. Oh ya, setelah kenaikan kelas, dari kelas 3 aku langsung melompat ke kelas 5. Jadilah aku sekelas dengan kakakku yang kedua.
BERKEPRIBADIAN GANDA
Lulus SD, Apih memasukkanku dan kedua kakakku ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Beliau ingin kami mendalami pelajaran agama. Rupanya tidak semua keinginannya bersambut, semua ini karena kenakalanku.
Orang bilang, anak tengah biasanya agak nakal. Aku tidak tahu ungkapan itu benar atau tidak. Yang jelas hal itu berlaku padaku. Sebagai anak tengah, aku sering membuat orang tua kesal. Di pesantren, aku sering berulah.
Salah satu kenalakanku, di saat yang lain salat, aku diam-diam tidur. Kenakalan lain, kabur dari pesantren untuk main atau nonton di bioskop adalah hal biasa. Sebagai hukumannya, kepalaku sering dibotaki. Tapi, tetap saja aku tak jera.
Tampaknya aku seperti punya kepribadian ganda, ya. Di satu sisi aku nakal, di sisi lain keinginan untuk melantunkan ayat-ayat suci begitu kuat. Tiap ada kegiatan keagamaan, aku selalu terlibat. Bersama kedua kakakku, aku juga pernah membuat drama tanpa naskah berjudul Kembali Ke Jalan Allah yang diperlombakan di pesantren. Ternyata karya kami itu dinilai sebagai drama terbaik se-pesantren.
Bahkan, aku juga juara lomba azan, lomba MTQ, dan qasidah. Akan tetapi, entah kenapa, aku juga tak pernah ketinggalan dalam kenakalan. Tinggal dalam lingkungan pesantren, kelakuan burukku bukannya berkurang, malah makin menjadi. Puncaknya, aku sudah bosan bersekolah di pesantren.
Akhirnya, hanya empat tahun aku di pesantren. Dua tahun sebelum menamatkan pelajaran, aku keluar. Lalu, Apih memasukkanku ke sekolah aliyah (setingkat SMA, Red.). Rupanya keluar dari pesantren tidak membuatku lebih baik. Aku yang mulai beranjak remaja justru jadi makin nakal.
KENAL DUNIA MALAM
Memang, sih, tiap ada acara keagamaan aku tak pernah ketinggalan. Namun, aku juga selalu mau bila ada teman mengajak ke kantin sekolah. Bukan untuk jajan, tapi memakai narkoba! Aku juga sering kabur dan pergi tanpa tujuan yang jelas. Ya, aku seperti burung lepas dari sangkar, terbang tak terkendali.
Masa SMA memang suram bagiku. Masa yang tak pernah lengkap. Maksudnya, aku tak punya teman sebaya. Kenapa? Ya, meski usiaku masih 15 tahun, aku bergaul dengan pemuda berusia 20 tahunan. Pacaran pun dengan yang lebih tua. Di sekolah ini aku hanya bertahan setahun. Pindah ke SMA lain, keseharianku tak jauh berbeda. Malah makin parah.
Dari perkenalan dengan beberapa teman, aku mengenal petualangan baru. Umur 16 tahun, aku mulai kenal dunia malam. Aku masuk sekolah hanya saat ujian. Buatku, yang penting lulus. Aku lebih suka mendatangi diskotek untuk menari. Terus terang, aku memang tertarik pada tarian di diskotek. Tiap ke sana, diam-diam aku selalu mempelajari gerakan orang-orang yang nge-dance. Lalu kutirukan.
Aku jadi seorang penari, bertualang dari satu diskotek ke diskotek lain, tenggelam dalam dunia malam. Saat ada lomba dance, aku mencoba ikut. Usahaku tak sia-sia. Beberapa kali aku berhasil memboyong piala ke rumah sebagai the best dancer. Selain itu, aku juga berhasil jadi penari di Dufan pada tahun 1990, meski hanya selama setahun. Sampai sekarang masih banyak temanku yang jadi penari di sana.
Aku juga pernah jadi foto model, bahkan ikut fashion show di diskotek. Mungkin waktu itu aku merasa sangat cakep, ya. Tapi menurutku, kegiatan-kegiatan itu masih positif, meski terkadang aku suka minum. Dengan segala kebengalanku, tahun 1990 aku berhasil lulus SMA.
MAIN SINETRON
Aku mengalami masa yang menurutku paling dahsyat setelah tamat SMA. Ceritanya salah seorang teman penari, memperkenalkanku pada Aditya Gumai yang saat itu aktif di dunia seni peran. Dari Aditya aku mengenal dunia akting. Waktu itu, kami masih latihan menari di Taman Ismail Marzuki. Saat latihan pindah ke Gedung Pemuda di Senayan, mulailah aku main sinetron. Mulanya aku hanya mengamati para pemain yang sedang syuting, sambil diam-diam belajar.
Aku memang suka mencuri ilmu. Waktu tidur di kos salah satu temanku di dekat kampus Institut Kesenian Jakarta, aku sering mencuri ilmu juga dari para mahasiswa. Kalau mereka sedang kuliah atau praktik, aku sering mengamati mereka.
Nah, ketika para pemain sinetron sedang latihan, terkadang aku menggantikan salah satunya. Ternyata aku ditertawakan. Karena pada dasarnya aku orang yang enggak suka diperlakukan seperti itu, aku malah jadi terpacu. Aku makin giat berlatih akting secara otodidak. Akhirnya, saat yang senior belum juga dapat giliran main, aku sudah mendapat peran. Aku diajak Aditya main sinetron. Waktu dikasting, aku berhasil mendapat peran.
Tahun 1990, aku main sinetron Pendekar Halilintar. Saat itu, sinetron masih dipandang sebelah mata oleh bintang film. Namun, Apih mati-matian menentangku. Kenapa? Rupanya Apih tahu persis seperti apa lingkungan dunia film. Dulu, beliau juga pernah main film action, antara lain Macan Terbang dan Pukulan Berantai. Dari beliaulah aku menuruni darah seni.
Ditentang Apih tak membuat langkahku surut. Mungkin jalan hidupku memang harus begini. Tak satu pun larangan Apih yang mampir ke otakku untuk kujadikan bahan pikiran. Nasihat Apih tak lagi kudengarkan. Tawaran untuk main sinetron yang berdatangan membuatku makin yakin, inilah yang kucari. Aku tak mau menuruti keinginan orang tua karena merasa diriku benar. Akhirnya konflik antara aku dan orang tuaku pecah.
Sebagai bentuk perlawananku pada orang tua, aku tak pernah pulang ke rumah. Tidur berpindah-pindah di rumah teman. Rambut juga kupanjangkan. Aku seperti tak punya orang tua. Bahkan, tak pernah terlintas dalam benakku bahwa suatu hari mereka akan pulang ke haribaan. Yang kupikirkan hanya kesenangan dan egoku semata.
Pada saat bersamaan, karierku di dunia seni peran terus melaju. Aku semakin mendapatkan keasyikan. Setelah itu, aku mendapat peran dalam sinetron drama Sayap Patah yang juga dibintangi Dien Novita, Ratu Tria, dan almarhum WD Mochtar.
Aku semakin merasa pilihanku tak salah setelah dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991. Aku bangga bukan main, karena merasa menang dari orang tua. Kesombonganku makin menjadi. Aku makin merasa inilah yang terbaik buatku, ketimbang pilihan orangtuaku.
***
“DI KABAH, KUMINTA AMPUNAN ALLAH”
Tawaran main sinetron berdatangan menghampiri Jeffry. Seiring dengan itu, ia makin tenggelam dalam dunianya yang kelam.
Sejak kenal sinetron, aku makin menyukai dunia akting. Aku tak peduli meski Apih menentangku. Namun, belakangan aku paham, di balik etidaksetujuannya, sebetulnya orang menyimpan rasa bangga. Orang tua cerita, mereka sedang ke Tanah Suci membawa rombongan ibadah haji saat sinetron Sayap Patah yang kumainkan ditayangkan.
Ternyata, mereka nonton sinetronku. Komentar mereka membanggakanku. Mereka mengakui, ternyata aku bisa berprestasi. Setelah itu, aku mendapat berbagai tawaran main, antara lain sinetron Sebening Kasih, Opera Tiga Jaman, dan Kerinduan. Selain namaku makin mencuat, rezeki juga terus mengalir.
Namun, aku malah jadi lupa diri. Ketenaran tidak penting buatku. Yang penting menikmati hidup. Dunia malam terus kugeluti. Kalau ke diskotek, aku tak lupa mengonsumsi narkoba. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, aku bisa dibilang tamak. Biasanya, aku meminum satu pil dulu. Kalau kurasa belum “on”, kuminum satu lagi. Begitu seterusnya.
Akhirnya, aku jadi sangat mabuk. Pandanganku pun jadi kabur. Mau melihat arloji di tangan saja, aku harus mendekatkannya ke wajahku, sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya bisa melihat dengan lebih jelas. Parah, ya? Begitulah kebandelanku terus berlangsung.
KECANDUAN KIAN PARAH
Suatu hari di tahun 1992, Apih meninggal karena sakit. Aku menyesal bukan main karena selama ini selalu mengabaikan nasihat Apih. Menjelang kepergiannya, aku berdiri di samping tempat tidurnya di rumah sakit sambil menangis. Melihatku seperti itu, Apih mengatakan, laki-laki tak boleh menangis. Laki-laki pantang keluar air mata. Bayangkan, bahkan di saat-saat terakhirnya pun Apih tetap menunjukkan sikapnya yang penuh kasih padaku yang durhaka ini.
Sore itu aku dimintanya pulang ke rumah dan beliau memberiku ongkos. Aku menurut. Begitu aku pulang, Allah mengambilnya. Aku syok berat. Saat Apih dimakamkan, aku turun ke liang lahat dan memeluk jasadnya. Aku tak mau beranjak meski makam akan ditutup. Aku tak mau melepas kepergiannya. Aku menyesali perbuatanku. Selama Apih masih hidup, aku tak pernah mau mendengarkan ucapannya.
Sejak itu, Umi membesarkan kami berlima. Hidupku terus berjalan. Bukan ke arah yang baik, namun aku kembali ke masa seperti dulu. Penyesalan yang sebelumnya begitu menghantuiku karena ditinggal Apih, seolah lenyap. Kebandelanku bahkan makin menjadi sepeninggal Apih. Kesombonganku juga lebih besar dari sebelumnya karena merasa berprestasi dan punya uang banyak. Tak seorang pun kudengarkan lagi nasihatnya.
Ketika temanku menasihati, aku mencibir. Siapa dia sampai aku harus mendengarkan ucapannya? Ucapan orang tua saja tak kugubris. Aku tenggelam dalam duniaku sendiri dan jadi pecandu narkoba. Waktu itu, aku beralasan karena ada masalah di rumah. Padahal, sebetulnya alasan apa pun, termasuk broken home atau teman, tidak bisa dijadikan alasan. Diri sendirilah alasannya, karena bagaimana pun, kita lah yang menentukan semua yang terjadi pada diri kita.
Jadi, tidak perlu membawa-bawa orang lain atau keadaan. Namun, kesadaran seperti ini mana mungkin muncul pada diriku yang waktu itu sangat arogan? Aku makin jauh dari Tuhan. Padahal, sebelah rumahku ada masjid. Ketika orang berpuasa di bulan Ramadan pun, aku tetap melakukan kemaksiatan. Lalu, saat Lebaran tiba dan orang-orang sibuk bertakbir, aku malah sibuk mencari celah waktu dan tempat di mana aku bisa berbuat maksiat.
Semua ilmu agama yang pernah kupelajari dan kemampuan membaca Quran seperti hilang. Akal sehatku seperti hilang. Kecanduanku pada narkoba juga makin parah, bahkan sampai mengalami over dosis dan aku hampir mati. Kejahatan demi kejahatan moral terus kulakukan.
NAMA DICORET
Tak perlu aku menceritakan detail tentang kejahatan yang kulakukan. Yang jelas, suatu hari aku merasa menderita karena ketakutan setelah melakukan sebuah perbuatan. Aku benar-benar ketakutan! Aku jadi gampang curiga pada siapa saja. Aku selalu berburuk sangka pada apa pun. Kesombonganku pada uang dan prestasi lenyap digantikan ketakutan. Yang kulakukan setiap hari adalah berdiam diri di kamar, dengan selalu berpikiran bahwa setiap orang yang datang akan membunuhku. Aku sibuk mengintip dari bawah pintu, siapa tahu ada orang datang untuk membunuhku.
Telingaku jadi sangat sensitif. Aku sering merasa mendengar ada orang sedang berjalan di atap rumah ingin membunuhku. Aku tersiksa selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Orang-orang mengatakan, aku sudah gila.
Pada saat bersamaan, kecanduanku pada narkoba membuatku termasuk dalam daftar hitam dunia sinetron. Namaku dicoret. Tak ada lagi yang mau memakaiku sebagai pemain. Selain itu, cewek-cewek yang ada di dekatku juga menjauh. Dulu aku termasuk playboy.
Di saat aku sendiri, ada Umi yang selama ini sudah sangat sering kusakiti hatinya. Umi tetap menyayangiku dengan cintanya yang besar. Seburuk apa pun orang berkomentar tentang aku, hati Umi tetap baik dan sabar. Air matanya tak pernah kering untuk mendoakan anak-anaknya, terutama aku agar berubah jadi lebih baik.
Doa tulus Umi dikabulkan Allah. Sungguh luar biasa, Allah menunjukkan kebaikan-Nya padaku. Allah memberiku kesempatan untuk bertobat. Kesadaran ini muncul lewat suatu proses yang begitu mencekamku.
DIAJAK UMI UMRAH
Sungguh, aku merasa sangat ketakutan ketika suatu hari bermimpi melihat jasadku sendiri dalam kain kafan. Antara sadar dan tidak, aku terpana sambil bertanya pada diri sendiri. Benarkah itu jasadku? Aku juga disiksa habis-habisan. Begitulah, setiap tidur aku selalu bermimpi kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang kudapat hanya penderitaan. Aku jadi takut tidur. Aku takut mimpi-mimpi itu datang lagi.
Aku juga jadi takut mati. Padahal dulu aku sempat menantang maut. Meminta mati datang karena aku tak sanggup lagi bertahan saat ada masalah dengan seorang cewek. Sebetulnya sepele, kan? Tapi masalah itu kuberat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatku sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, yaitu Allah.
Aku teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatanku selama ini. Pelan-pelan, keadaanku membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang kembali. Aku menemui Umi, bersimpuh meminta maaf atas semua dosa yang kulakukan. Umi memang luar biasa. Betapa pun sudah kukecewakan demikian rupa, beliau tetap menyayangi dan memaafkanku. Umi lalu mengajakku berumrah.
Dengan kondisiku yang masih labil dan rapuh, kami berangkat ke Tanah Suci. Kali ini aku berniat sembuh dan kembali ke jalan Allah. Di sana, aku mengalami beberapa peristiwa yang membuatku sadar pada dosa-dosaku sebelumnya. Usai salat Jumat di Madinah, Umi mengajakku ke Raudhoh. Aku tak tahu apa itu Raudhoh, tapi kuikuti saja. Umi terus meminta ampunan pada Allah.
Aku lalu keluar, berjalan menuju makam Nabi Muhammad. Aku bersalawat. Begitu keluar dari pintu masjid, rasanya seperti ada yang menarikku. Aku mencoba berjalan sekuat tenaga, tapi tak bisa. Kekuatan itu rasanya sangat besar. Aku lalu bersandar pada tembok. Air mataku yang dulu tak pernah keluar, kini mengalir deras. Aku menyesali dosa-dosaku, dan berjanji tak akan melakukan lagi semua itu.
Bagai sebuah film yang sedang diputar, semua dosa yang pernah kulakukan terbayang jelas di pelupuk mataku silih berganti, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tiba-tiba dari mulutku keluar kalimat permintaan ampunan pada Allah. Di Mekkah, di hadapan Kabah, aku merapatkan badan pada dindingnya.
Aku bersandar, menengadahkan tangan memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang kulakukan. Seandainya sepulang dari Tanah Suci ini melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah untuk mencabut saja nyawaku. Namun, seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan. Aku yang dulu angkuh, sekarang tak berdaya. Setelah pulang beribadah, aku membaik. Aku mencoba bertahan dalam kondisi bertobat itu, tapi ternyata sulit luar biasa.
*****
BIDADARI CANTIK JADI PEMBANGKIT HIDUP
Setelah berkali-kali jatuh-bangun, akhirnya Jeffry kembali dekat pada agama. Kasih sayang kekasih yang akhirnya menjadi istri ikut menjadi pembangkit semangatnya. Perjuangannya menjadi ustaz cukup berat sampai akhirnya ia sukses jadi penceramah. Sepulang umrah, aku mencoba hidup lurus. Namun, lagi-lagi aku tergoda. Suatu malam, aku dan teman-teman berencana nonton jazz di Ancol. Aku memperingatkan mereka untuk tidak bawa narkoba, karena
kami sudah sepakat untuk berhenti memakai. Ternyata, salah satu temanku masih saja membawa cimeng. Apesnya, kami dirazia polisi di depan Hailai.
Teman-temanku yang lain kabur. Tinggallah aku, temanku yang membawa cimeng, dan satu teman lain. Aku sulit kabur karena mobil yang kami pakai adalah mobilku. Akhirnya kami bertiga dibawa ke kantor polisi dan ditahan. Aku dilepas karena tak terbukti membawa. Kucoba telepon Umi untuk menjelaskan masalah ini, tapi Umi tak mau menerima teleponku.
Si penerima telepon malah diminta Umi untuk mengatakan, beliau tak anak bernama Jeffry. Hatiku tercabik-cabik. Pedih rasanya tak diakui sebagai anak oleh Umi. Kuakui, pastilah hati Umi sudah sedemikian sakitnya. Bayangkan, aku yang sebelumnya sudah mengaku bertobat, malah kembali memilih jalan yang salah. Meski aku sudah bersumpah demi Tuhan tidak memakai narkoba lagi, Umi tak percaya lagi. Itulah puncak kemarahan Umi Sungguh bersyukur, Allah masih berkenan menolongku. Datang seorang gadis cantik dalam hidupku. Ia mau menerimaku apa adanya. Sebelumnya, banyak gadis meninggalkanku sehingga aku merasa sebatang kara dalam cinta. Gadis bernama Pipik Dian Irawati ini seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang.
CUEK SAAT PACARAN
(Berikut ini adalah penuturan Pipik: Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 – 1997. Rambutnya gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya, tapi Gugun melarangku.
Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah “jadian”. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati.
Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek. Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja selama nonton.
Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri.
Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian. Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu.)
JUALAN KUE
Pipik sangat berarti buatku. Dia mengerti, peduli dan perhatian padaku. Padahal, aku sempat hampir menikah dengan orang lain. Ternyata Allah sayang padaku. Allah menunjukkan, wanita yang nyaris kunikahi itu bukan untukku. Pipik bagai bidadari yang datang dengan cinta yang besar. Ia memberi keyakinan, menikah dengannya akan membawa perubahan besar dalam hidupku.
Aku mendatangi Umi dan minta izin untuk menikah. Luar biasa, Umi tetap menerimaku dengan segala kasih sayangnya. Sambil menangis, Umi mengizinkanku menikah. Aku sendiri terbilang nekat. Sebab, waktu itu aku tak punya-apa. Badan pun kurus kering, dengan mata belok, dan penyakit paranoid yang kuderita tak kunjung sembuh. Bahkan, pekerjaan pun aku tak punya.
Untuk menghindari maksiat, kami menikah di bawah tangan pada tahun 1999. Teman-temanku yang sekarang sudah meninggal karena over dosis, sempat menghadiri pernikahanku. Setelah itu, kami tinggal di rumah Umi. Sekitar 4 – 5 bulan setelah itu, kami menikah secara resmi di Semarang.
Namun, menikah rupanya tak cukup menghentikan kebandelanku. Istriku pun merasakan getahnya. Aku pernah memakai narkoba di depannya, dan menggunakan uangnya untuk membeli barang haram tersebut.
Kesulitan lain, aku dan Pipik sama-sama menganggur. Pernah kami mencoba berdagang kue. Malam hari kami menggoreng kacang, esok paginya bikin kue isi kacang dan susu. Lalu kami titipkan ke toko kue.
Tapi mungkin rezeki kami bukan di situ. Kue yang kami buat hanya laku beberapa buah. Dalam sehari kami hanya membawa pulang Rp 200 – 300. Akhirnya kami berhenti berjualan kue. Kehidupan kami selanjutnya kami jalani dengan penuh perjuangan sekaligus kesabaran.
MAKAN SEPIRING BERDUA
(Kesetiaan Pipik begitu luar biasa. Simak penuturannya berikut ini. Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi.
Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah aku tidak lagi bekerja.
Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku.
Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu.)
HIDUP DI JALAN ALLAH
Pelan-pelan, aku kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi dalam hidupku pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak keduaku yang setengah tahun silam meninggal karena kanker otak, memintaku menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura.
Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan padaku. Pertama kali ceramah, aku mendapat honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu kuserahkan pada Pipik. Kukatakan padanya, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padanya. Kami berpelukan sambil bertangisan.
Selanjutnya, kakakku memintaku untuk mulai menjadi ustaz. Inilah jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba. Tapi aku mencoba sabar.
Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang. Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, termasuk di luar kota dan stasiun teve. Aku bersyukur bisa diterima semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Aku ingin punya majelis taklim yang jemaahnya waria. Mereka, kan, juga punya hak untuk mendapatkan dakwah.
Kebahagiaan kami bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya.
Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik.
Sumber :@ kampungbenar

Kecelakaan Motor Hingga Tewas, Ustad Jeffry Sedang Sakit

Jakarta - Ustad Jeffry Al Buchory mengalami kecelakaan motor hingga merenggut nyawanya pada Jumat (26/4/2013) dini hari. Keluarga pun membeberkan bahwa Uje belakangan ini sedang dalam keadaan sakit.

"Memang ustad beberapa minggu ini lagi sakit," kata adik Uje, Fajar Sidiq saat ditemui di rumah duka di di Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangerang, Jumat (26/4/2013).

Uje sempat meminta Fajar untuk menemaninya untuk sekadar jalan malam. Namun saat itu Uje meyakinkan Fajar dirinya dalam keadaan sehat dan bisa membawa motor.

Fajar pun akhirnya berpisah dengan Uje saat menuju jalan pulang. Namun tak disangka, sang kakak justru mengalami kecelakaan maut di bundaran Pondok Indah.

"Pas kejadiannya kita nggak tau. kejadian seperti apanya saya tidak tahu," terang Fajar.

Saat ini jenazah sedang berada di rumah duka. Rencananya, jenazah Uje akan dimakamkan di TPU Karet Bivak usai salat Jumat.

sumber: detik.com

Ini Pesan Ustad Jeffry Sebelum Meninggal Dunia

Jakarta - Sebelum meninggal karena kecelakaan motor, ustad Jeffry sempat menitipkan sebuah pesan kepada keluarganya. Menurut sang adik, Fajar Sidiq, sang kakak sempat berpesan agar kelak dirinya dimakamkan di dekat dengan sang ayah jika dipanggil Sang Khalik.

"Beliau sudah amanat pas ziarah terakhir, pas mau umroh kemarin. Beliau bilang 'kalau gue mati, gue mau deket sama Apih (sebutan ayah). Karena dia ngerasa bandel dulu jadi dia pengen deket sama bapaknya," ungkap Fajar ditemui di rumah duka, Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa Tangerang, Jumat (26/4/2013).

Ditambahkan Fajar, sang kakak juga sempat memberikan pesan-pesan kepada para sahabatnya tak menggunakan ponsel Blackberry-nya. Isinya pun sempat meminta maaf kepada para sahabat dan kerabat di kontak BBM (Blackberry Messanger) tersebut.

"Tiga hari sebelumnya beliau mem-broadcast 'mohon maaf ini tidak aktif, sekali lagi mohon maaf lahir bathin'," kata Fajar.

Uje meninggal karena kecelakaan motor di bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari. Motor Kawasaki E650 yang dikendarainya menabrak pohon hingga rusak parah.

Uje sendiri sempat dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Namun pria kelahiran 12 April 1973 itu akhirnya meninggal dunia.

sumber: detik.com

Kamis, 07 Maret 2013

Ini Bakal Posisi Peretas Situs SBY di Mabes Polri

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI mengisyaratkan akan merekrut Wildan Yani S. Hari, 22 tahun, peretas situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Polri mempertimbangkan kemampuan dan pembinaan terhadap Wildan sebagai peretas situs atau hacker.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Arif Sulistyo, membenarkan rencana Polri merekrut Wildan. "Tidak menutup kemungkinan hal itu dilakukan dalam rangka pembinaan hacker supaya kegiatannya positif dan mendukung pengamanan cyber space di Indonesia," kata Arif Sulistyo saat dikonfirmasi melalui pesan pendek kepada Tempo, Selasa, 5 Maret 2013.

Terpisah, ayah kandung Wildan, Ali Jakfar, mendapat informasi dari Kepala Sub-Direktur IT dan Cybercrime Polri, Komisaris Besar Winston Tommy Watuliu, bahwa anaknya akan diikutkan pendidikan khusus di bidang teknologi informasi. Wildan dijanjikan menjadi staf tim cyber crime Mabes Polri. Namun demikian, kata Ali, proses hukum Wildan tetap dilanjutkan. Dalam waktu dekat, Wildan akan dibawa ke Jember untuk diadili.

Wildan ditangkap setelah disangka sebagai peretas situs SBY, http://www.presidensby.info. Lulusan sekolah menengah pertama asal Kabupaten Jember ini ditangkap pada 25 Januari lalu. Dia disangka dengan Pasal 22 huruf B Undang-Undang Telekomunikasi dan Pasal 30 ayat (1, 2 dan 3) Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sekarang, Wildan ditahan di Bareskrim.

Ulah Wildan terungkap dari laporan pengelola layanan Internet, www.jatireja.network. Dari catatan data service provider itu terungkap ada 5.320 log yang dilakukan Wildan, termasuk situs http://www.presidensby.info. Wildan diduga iseng mengganti tampilan situs tersebut tanpa ada maksud politik.

Arif berujar, meskipun akan direkrut, Kepolisian tetap memproses kasus Wildan. "Saat ini sedang tahap penyelesaian perkara," kata Arif.

RUSMAN PARAQBUEQ
sumber: tempo.co

Mahalnya Merawat Ginjal Rusak

Ilustrasi. goodmenproject.com
TEMPO.CO , Jakarta: Mendengar kata cuci darah, tentu terbersit biaya yang mahal. Tapi sebenarnya berapa harga yang harus dibayar para penderita gagal ginjal ini untuk terus bertahan hidup? "Untuk cuci darah saja, rata-rata Rp 50-80 juta per tahun, tergantung rumah sakitnya," kata Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Dharmeziar, dalam konferensi pers menyambut Hari Ginjal Sedunia, Rabu, 6 Maret 2013.

Dharmeziar menuturkan dia memiliki pasien yang sudah menjalani cuci darah selama 20 tahun. "Dari dia punya anak, hingga sekarang anaknya masuk kuliah, bayangkan betapa besarnya," ujar dokter spesialis ginjal dan hipertensi ini. Biaya yang lebih murah, meski tetap juga lumayan adalah terapi peritoneal dialisis yang angkanya berkisar Rp 50 juta-Rp 75 juta per tahun.

Biaya tertinggi jatuh pada transplantasi ginjal, yang mencapai Rp 150 juta-250 juta. Sesudah operasi, penderita pun masih harus mengkonsumsi obat yang tidak murah juga. "Secara perlahan, biaya konsumsi obat, jauh lebih murah dari cuci darah dan dialisis, jika ginjalnya bekerja sempurna," ujar dia. Manusia memiliki dua ginjal yang beratnya masing-masing sekitar 100 gram.

Menderita sakit ginjal kronis tentu bukanlah cap yang menyenangkan. Tapi terkadang penyakit ini diabaikan karena gejala awal yang tak terdeteksi. "Penderita penyakit ginjal kronis tidak akan pernah normal," ujar dokter spesialis ginjal dan hipertensi Parlindungan Siregar.

Menurut Parlindungan, bagi penderita ginjal kronis hanya ada harapan untuk memperlambat proses kerusakan ginjal. "Karena kondisi ginjal bisa perlahan atau cepat untuk mencapai stadium akhir," jelas dia. Solusinya adalah dengan menghambat progesivitasnya. Misal untuk penderita ginjal kronis dengan tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi, maka diberi perlakuan untuk mengendalikan kenaikannya.

Lalu, Ia menjelaskan, bisa juga mengurangi konsumsi protein yang memperberat kinerja ginjal. Secara hormonal, dokter memungkinkan untuk memberi terapi pada kelenjar paratiroid, kelanjar yang memproduksi hormon paratirod. Hormon ini bertugas mengaktifkan kadar kalsium dalam Kalsium sebagai mineral masih dibutuhkan tubuh dan ginjal untuk bekerja.



Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Dharmeziar menjelaskan, masalah ginjal kronis adalah masalah utama penyakit ginjal yang sering tidak disadari. Penyakit ini ditandai dengan memburuknya kinerja ginjal yang memiliki laju filtrasi glomerolus ginjal sebesar 60 ml/menit lebih dari tiga bulan.

Ia menuturkan, memang tak ada gejala klinis yang bisa menunjukkan bahwa penderita mengalami penyakit ginjal kronis. Akibatnya, banyak pasien yang telat deteksi sehingga ketika diketahui penyakitnya, sudah mencapai empat dan lima. Sehingga terpaksa pasien pun wajib untuk menjalankan cuci darah hingga transplantasi ginjal.

Solusinya, Dharmeziar menyarankan, adalah mulai waspada terhadap kondisi ginjal dengan semakin bertambahnya usia. Khususnya mereka yang sudah memiliki faktor risiko seperti berusia lanjut, penderita diabetes, hipertensi, dan perokok. "Mulailah cek darah rutin dan cek tes celup urin," kata dia.
DIANING SARI
sumber: tempo.co

Rabu, 06 Maret 2013

"Kaki Emas" Messi Dihargai Rp 51 Miliar

Replika patung kaki emas Lionel Messi saat diperkenalkan di Tokyo, Jepang, Rabu (5/3/2013).
TOKYO, KOMPAS.com - Patung emas replika kaki milik bintang Barcelona, Lionel Messi, resmi diperkenalkan di Tokyo Jepang, Rabu (6/3/2013). Patung emas kaki dengan berat 25 kilogram tersebut dikabarkan akan dijual kepada umum dengan harga 3,5 juta pounds (sekitar Rp 51 miliar).

Ginza Tanaka, perusahaan pembuat patung emas itu, mengaku alasan utama membuat replika emas kaki Messi itu untuk menandai keberhasilan bomber asal Argentina tersebut meraih Ballon d'Or keempat kalinya secara berturut-turut. Penjualan patung emas itu sendiri rencananya akan dibuka pada Kamis (7/3/2013).

Selain replika kaki emas dengan lebar 28 cm dan tebal 16 cm itu, Tanaka juga akan menjual versi miniatur dan pelat emas dari tapak kaki Messi. Nantinya, hasil penjualan dari ketiga barang tersebut akan disumbangkan ke Yayasan Leo Messi untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami Jepang.

Rodrigo, kakak pertama Messi, yang hadir saat pameran tersebut mengaku sangat kagum dengan karya cipta Tanaka. "Ini luar biasa. Anda bisa melihat setiap garis dalam kaki ini. Ini adalah sebuah karya yang sangat mengesankan," katanya.

Sumber: kompas.com

Plus Minus Pengobatan Alternatif

KOMPAS.com — Kemajuan ilmu pengobatan tidak dapat dimungkiri telah berhasil  memperbaiki harapan hidup manusia selama bertahun-tahun. Para ilmuwan dari seluruh dunia terus mengembangkan berbagai cara untuk mengobati penyakit yang berbeda-beda.
Secara umum, saat ini terdapat dua jenis ilmu pengobatan yang  berkembang di masyarakat, yakni pengobatan medis konvensional dan pengobatan alternatif seperti herbal. Perubahan besar tampak dalam mentalitas masyarakat akhir-akhir ini ketika mereka berupaya dan terus untuk mencoba melakukan terapi alternatif. Namun, sayangnya, efikasi dari pengobatan alternatif ini masih diperdebatkan.
Seperti juga kebanyakan orang, Anda juga kerap bertanya apakah pengobatan alternatif efektif? Apaka model pengobatan ini perlu mempertimbangkan terapi alternatif sebagai pelengkap pengobatan konvensional?
Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari prinsip metode pengobatan alternatif. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, diharapkan Anda akan semakin bijaksana dalam memilih metode pengobatan.
Kelebihan:
- Pendekatan holistik. Pengobatan alternatif kebanyakan menganggap semua gejala sebagai satu kesatuan. Tidak ada suatu penyebab, melainkan gejala penyakit itu sendiri. Pengobatan alternatif lebih fokus pada langkah-langkah praktis, pada dasarnya mengobati kondisinya saja bukan gejalanya dengan target seluruh tubuh. Pengobatan alternatif obat yang fokus pada seluruh tubuh, bukan bagian dari tubuh. Praktik pengobatan alternatif tak hanya ditujukan untuk menyembuhkan kesehatan fisik saja tetapi juga emosional dan spiritual pasien.
- Perhatian yang bersifat pribadi. Terapi alternatif disesuaikan dengan kebutuhan pasien  berbeda dengan pengobatan medis merupakan produk massal yang digunakan di seluruh dunia. Namun, alternatif tidak dapat diproduksi secara massal atau banyak karena prinsipnya adalah untuk fokus pada tubuh pasien, di mana individu memiliki keunikan masing-masing.
- Mengurangi stres. Stres merupakan faktor penting yang dapat melemahkan kekebalan tubuh seseorang. Obat modern tidak memperhitungkan faktor stres dalam proses penyembuhan penyakit. Stres dianggap sebagai bagian intergal dari kehidupan modern dan benar-benar diabaikan. Terapi alternatif seperti yoga dan meditasi mengidentifikasi stres sebagai faktor utama dan mencoba untuk menguranginya dalam upaya melawan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi.
- Murah. Kebanyakan terapi alternatif berbiaya lebih murah dibandingkan pengobatan medis secara umum. Banyak pengobatan alternatif menggunakan bahan herbal untuk mengobati penyakit dan pengobatan herbal tak melakukan riset untuk mengembangkan atau memproduksinya. Biayanya pun relatih lebih murah dan terjangkau.
- Tidak merusak. Antibiotik tidak dapat membedakan antara virus dan bakteri yang merugikan atau bermanfaat bagi tubuh. Akibatnya, hal itu dapat mengeradikasi flora dan fauna yang menguntungkan bersama bakteri dan virus sehingga dapat menyebabkan kerusakan tubuh dalam jangka panjang.
Kekurangan:
- Waktu penyembuhan. Karena terapi alternatif bekerja pada pemberantasan penyakit dari akarnya, akibatnya terapi ini tidak memberikan penyebuhan instan. Jadi, jika Anda mencari solusi sementara, lebih baik menggunakan pengobatan medis biasa.
- Butuh dedikasi pasien. Obat-obat medis biasa sebagian berbentuk pil yang dimasukkan ke dalam mulut, sedangkan pengobatan alternatif memerlukan banyak perubahan gaya hidup pada pasiennya agar terapi bekerja dengan efektif. Pengobatan ini juga memerlukan komitmen serius dan kedisiplinan pasien agar efeknya dapat dirasakan.
- Penelitian terbatas. Karena sekarang mulai menjadi sorotan, pengobatan alternatif kini telah diuji secara ilmiah dan sebagian terbukti efektif. Namun, obat-obatan ini sebagian besar belum teruji secara klinis dan tidak disetujui oleh badan pemerintah yang membuat peraturan. (M05-11)

sumber: kompas.com

Iklan Pengobatan Kanker yang Menyesatkan Marak

JAKARTA, KOMPAS- Perkembangan pengetahuan bidang pengobatan nonkonvensional (pengobatan alternatif) penyakit kanker dimanfaatkan masyarakat. Perkembangan itu juga diikuti maraknya iklan pengobatan kanker yang menyesatkan.

”Iklan itu membuat banyak masyarakat tertipu,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pada pembukaan Konferensi Kerja Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) di Hotel Borobudur, Jumat (1/3).

Menurut Nafsiah, iklan pengobatan nonkonvensional sering bias dan berlebihan. Pengobatan yang ditawarkan belum terbukti berkhasiat/terjamin standar mutu dan keamanannya.

”Pemberi layanan juga kerap menggunakan gelar akademis profesi kesehatan yang diragukan keabsahannya,” tutur dia.

Nafsiah menegaskan, izin iklan pengobatan yang belum terbukti manfaat dan keamanannya akan dicabut. Itu sesuai amanat Peraturan Menkes No 1787 Tahun 2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan.

Belum bisa diandalkan

Menurut Menkes, pengobatan nonkonvensional belum bisa diandalkan mengobati kanker. Beberapa pengobatan tradisional meningkatkan daya tahan tubuh sehingga gejala-gejala kanker hilang. Namun, sel-selnya tetap hidup.

Diakui, prinsip layanan kesehatan nonkonvensional kanker dapat diharapkan untuk layanan kesehatan paliatif, yakni meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dyah Agustina Waluyo, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia, mengatakan, di tengah banyaknya tawaran pengobatan nonkonvensional, masyarakat harus berhati-hati dan selektif memilih pengobatan kanker.

Salah satu tantangan pengobatan konvensional kanker, menurut Ketua Perhompedin A Harryanto Reksodiputro, adalah bagaimana biaya yang tergolong mahal bisa berhasil baik. (K08)

Sumber: kompas.com

Krisis Sabah, Malaysia Tingkatkan Operasi Pengejaran Pengikut Sultan Sulu

Kuala Lumpur, - Otoritas Malaysia meningkatkan operasi pengejaran para pengikut Kesultanan Sulu asal Filipina yang 'menginvasi' Sabah, Malaysia. Sementara gerilyawan Filipina mengingatkan, para pejuang lainnya telah tiba di Sabah.

Kepala kepolisian Malaysia Ismail Omar mengatakan, sekitar 100-300 orang pengikut Sultan Sulu kini terpencar-pencar menyusul serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Malaysia pada Selasa, 5 Maret kemarin. Serangan militer itu dilancarkan Malaysia untuk mengakhiri krisis Sabah yang telah berlangsung tiga pekan ini.

"Otoritas telah memperluas wilayah operasi," kata Ismail kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/3/2013).

Dikatakannya, perluasan operasi ini diperlukan karena kelompok bersenjata asal Filipina itu terus bergerak. Namun Ismail menolak menjelaskan lebih rinci mengenai keberadaan maupun kondisi para pengikut Sultan Sulu itu.

Sementara itu, pemimpin separatis Moro National Liberation Front (MNLF), yang dulunya pernah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Filipina, mengatakan bahwa sejumlah pejuangnya telah tiba di Sabah untuk mendukung para pengikut Sultan Sulu.

"Banyak yang telah lolos dari pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir," ujar Muhajab Hashim kepada AFP. Dikatakannya, masih banyak lagi pejuang MNLF yang akan tiba untuk bergabung. Namun dia menolak menyebutkan jumlah persisnya.

(ita/nrl)
sumber: detik.com

Pertama di Indonesia, Pengadilan Pakai Skype untuk Kasus Pemerkosaan

Jakarta - Kala nilai-nilai keadilan harus dicari tetapi saksi tak bisa dihadirkan maka teleconference menjadi salah satu pilihan. Tetapi bagaimana jika pengadilan itu berada di pelosok dan terbentur biaya teleconference yang cukup mahal?

Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), tidak habis akal. Menggunakan sarana internet, Skype pun digunakan dalam sidang kasus pemerkosan sadis untuk memperdengarkan saksi korban yang masih SMA. Dalam kasus itu, korban juga ditusuk terdakwa Eko (22) empat kali di perut.

"Sidangnya tertutup untuk umum," kata ketua majelis hakim Syamsul Arief kepada wartawan, Rabu (6/3/2013).

Sidang yang digelar sejak pukul 10.00 WIB menghadirkan korban lewat Skype selama 2 jam. Korban live dari sebuah ruang sekolah di SMA di Purworejo, Jawa Tengah.

"Sebelum sidang, saya sumpah dulu saksinya. Di sana, dalam satu ruangan itu, saksi bersama pendeta dan pendamping. Saksi saya minta bersumpah dengan berdiri dan memegang Injil seperti sumpah yang saksi hadir di ruang sidang," terang Arief.

Setelah selesai disumpah, majelis hakim menanyakan apakah saksi akan memberikan keterangan didampingi pendamping atau sendiri. Saksi menjawab lebih nyaman memberikan keterangan sendirian.

"Lalu kami suruh pendamping dan pendeta keluar ruangan. Percakapan pun dimulai. Tanya jawab baik dari majelis dan jaksa tidak masalah," terang Arief yang menyidangkan bersama hakim anggota Hendra Halomoan dan Ikha Tina ini.

Selama 2 jam, koneksi teleconference hanya terputus 2 kali tetapi tidak mengganggu jalannya sidang. Hadir dalam ruang sidang tersebut JPU Alman Noveri dan pengacara terdakwa Dedy Mangunsong. Hadir pula keluarga korban. Dalam sidang ini, ayah korban menangis mendengar kesaksian itu.

"Habis berapa teleconference dua jam itu?" tanya wartawan.

"Murah. Sebulan kami langganan internet Rp 500 ribu. Jadi mengapa tidak menggunakan teknologi untuk mencari keadilan?" jawab Arief mantap.


(asp/nrl)
sumber: detik.com

Tinggalkan Berlin Menuju Budapest, Pesawat SBY Dikawal Jet Tempur Jerman

Berlin, - Setelah tiga hari melakukan kunjungan kenegaraan dan kerja di Berlin, Jerman, Presiden SBY terbang menuju Budapest, Hungaria untuk melanjutkan lawatannya.

Dalam penerbangannya, pesawat kepresidenan Airbus 330-300 dikawal oleh 2 Jet tempur milik Jerman. Pesawat kepresidenan take off dari Bandara Internasional Tegel, pukul 09.00 waktu Berlin atau pukul 15.00 WIB, Rabu (6/3/2013).

Setelah kurang lebih 15 menit mengudara, 2 pesawat jet tempur Jerman tipe Euro Fighter mengawal pesawat kepresidenan dari sisi kanan dan kiri.

Hanya sekitar 20 menit 2 pesawat jet tempur tersebut mengapit pesawat kepresidenan. Setelah melewati batas udara Jerman, 2 pesawat jet tempur tersebut meninggalkan pesawat kepresidenan.

Peristiwa ini menarik perhatian para rombongan yang ikut dalam pesawat kepresidenan. Mereka langsung mendokumentasikan momen tersebut.

Pengawalan yang disebut VVIP Escort ini merupakan prosedur tetap dari pihak militer Jerman bagi setiap kepala negara yang meninggalkan wilayah udara Jerman. Perjalanan dari Berlin menuju Budapest ditempuh dengan waktu 1,5 jam.

Presiden SBY melakukan kunjungan kenegaraan dan kerja ke Berlin, Jerman sejak 3-6 Maret 2013. Sementara itu pada 6-8 Maret Presiden SBY bersama para delegasi berada di Budapest, Hungaria dalam rangkaian kunjungan yang sama.

(mpr/fdn)
sumber: detik.com