Kamis, 07 Maret 2013

Ini Bakal Posisi Peretas Situs SBY di Mabes Polri

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI mengisyaratkan akan merekrut Wildan Yani S. Hari, 22 tahun, peretas situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Polri mempertimbangkan kemampuan dan pembinaan terhadap Wildan sebagai peretas situs atau hacker.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Arif Sulistyo, membenarkan rencana Polri merekrut Wildan. "Tidak menutup kemungkinan hal itu dilakukan dalam rangka pembinaan hacker supaya kegiatannya positif dan mendukung pengamanan cyber space di Indonesia," kata Arif Sulistyo saat dikonfirmasi melalui pesan pendek kepada Tempo, Selasa, 5 Maret 2013.

Terpisah, ayah kandung Wildan, Ali Jakfar, mendapat informasi dari Kepala Sub-Direktur IT dan Cybercrime Polri, Komisaris Besar Winston Tommy Watuliu, bahwa anaknya akan diikutkan pendidikan khusus di bidang teknologi informasi. Wildan dijanjikan menjadi staf tim cyber crime Mabes Polri. Namun demikian, kata Ali, proses hukum Wildan tetap dilanjutkan. Dalam waktu dekat, Wildan akan dibawa ke Jember untuk diadili.

Wildan ditangkap setelah disangka sebagai peretas situs SBY, http://www.presidensby.info. Lulusan sekolah menengah pertama asal Kabupaten Jember ini ditangkap pada 25 Januari lalu. Dia disangka dengan Pasal 22 huruf B Undang-Undang Telekomunikasi dan Pasal 30 ayat (1, 2 dan 3) Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sekarang, Wildan ditahan di Bareskrim.

Ulah Wildan terungkap dari laporan pengelola layanan Internet, www.jatireja.network. Dari catatan data service provider itu terungkap ada 5.320 log yang dilakukan Wildan, termasuk situs http://www.presidensby.info. Wildan diduga iseng mengganti tampilan situs tersebut tanpa ada maksud politik.

Arif berujar, meskipun akan direkrut, Kepolisian tetap memproses kasus Wildan. "Saat ini sedang tahap penyelesaian perkara," kata Arif.

RUSMAN PARAQBUEQ
sumber: tempo.co

Mahalnya Merawat Ginjal Rusak

Ilustrasi. goodmenproject.com
TEMPO.CO , Jakarta: Mendengar kata cuci darah, tentu terbersit biaya yang mahal. Tapi sebenarnya berapa harga yang harus dibayar para penderita gagal ginjal ini untuk terus bertahan hidup? "Untuk cuci darah saja, rata-rata Rp 50-80 juta per tahun, tergantung rumah sakitnya," kata Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Dharmeziar, dalam konferensi pers menyambut Hari Ginjal Sedunia, Rabu, 6 Maret 2013.

Dharmeziar menuturkan dia memiliki pasien yang sudah menjalani cuci darah selama 20 tahun. "Dari dia punya anak, hingga sekarang anaknya masuk kuliah, bayangkan betapa besarnya," ujar dokter spesialis ginjal dan hipertensi ini. Biaya yang lebih murah, meski tetap juga lumayan adalah terapi peritoneal dialisis yang angkanya berkisar Rp 50 juta-Rp 75 juta per tahun.

Biaya tertinggi jatuh pada transplantasi ginjal, yang mencapai Rp 150 juta-250 juta. Sesudah operasi, penderita pun masih harus mengkonsumsi obat yang tidak murah juga. "Secara perlahan, biaya konsumsi obat, jauh lebih murah dari cuci darah dan dialisis, jika ginjalnya bekerja sempurna," ujar dia. Manusia memiliki dua ginjal yang beratnya masing-masing sekitar 100 gram.

Menderita sakit ginjal kronis tentu bukanlah cap yang menyenangkan. Tapi terkadang penyakit ini diabaikan karena gejala awal yang tak terdeteksi. "Penderita penyakit ginjal kronis tidak akan pernah normal," ujar dokter spesialis ginjal dan hipertensi Parlindungan Siregar.

Menurut Parlindungan, bagi penderita ginjal kronis hanya ada harapan untuk memperlambat proses kerusakan ginjal. "Karena kondisi ginjal bisa perlahan atau cepat untuk mencapai stadium akhir," jelas dia. Solusinya adalah dengan menghambat progesivitasnya. Misal untuk penderita ginjal kronis dengan tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi, maka diberi perlakuan untuk mengendalikan kenaikannya.

Lalu, Ia menjelaskan, bisa juga mengurangi konsumsi protein yang memperberat kinerja ginjal. Secara hormonal, dokter memungkinkan untuk memberi terapi pada kelenjar paratiroid, kelanjar yang memproduksi hormon paratirod. Hormon ini bertugas mengaktifkan kadar kalsium dalam Kalsium sebagai mineral masih dibutuhkan tubuh dan ginjal untuk bekerja.



Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Dharmeziar menjelaskan, masalah ginjal kronis adalah masalah utama penyakit ginjal yang sering tidak disadari. Penyakit ini ditandai dengan memburuknya kinerja ginjal yang memiliki laju filtrasi glomerolus ginjal sebesar 60 ml/menit lebih dari tiga bulan.

Ia menuturkan, memang tak ada gejala klinis yang bisa menunjukkan bahwa penderita mengalami penyakit ginjal kronis. Akibatnya, banyak pasien yang telat deteksi sehingga ketika diketahui penyakitnya, sudah mencapai empat dan lima. Sehingga terpaksa pasien pun wajib untuk menjalankan cuci darah hingga transplantasi ginjal.

Solusinya, Dharmeziar menyarankan, adalah mulai waspada terhadap kondisi ginjal dengan semakin bertambahnya usia. Khususnya mereka yang sudah memiliki faktor risiko seperti berusia lanjut, penderita diabetes, hipertensi, dan perokok. "Mulailah cek darah rutin dan cek tes celup urin," kata dia.
DIANING SARI
sumber: tempo.co

Rabu, 06 Maret 2013

"Kaki Emas" Messi Dihargai Rp 51 Miliar

Replika patung kaki emas Lionel Messi saat diperkenalkan di Tokyo, Jepang, Rabu (5/3/2013).
TOKYO, KOMPAS.com - Patung emas replika kaki milik bintang Barcelona, Lionel Messi, resmi diperkenalkan di Tokyo Jepang, Rabu (6/3/2013). Patung emas kaki dengan berat 25 kilogram tersebut dikabarkan akan dijual kepada umum dengan harga 3,5 juta pounds (sekitar Rp 51 miliar).

Ginza Tanaka, perusahaan pembuat patung emas itu, mengaku alasan utama membuat replika emas kaki Messi itu untuk menandai keberhasilan bomber asal Argentina tersebut meraih Ballon d'Or keempat kalinya secara berturut-turut. Penjualan patung emas itu sendiri rencananya akan dibuka pada Kamis (7/3/2013).

Selain replika kaki emas dengan lebar 28 cm dan tebal 16 cm itu, Tanaka juga akan menjual versi miniatur dan pelat emas dari tapak kaki Messi. Nantinya, hasil penjualan dari ketiga barang tersebut akan disumbangkan ke Yayasan Leo Messi untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami Jepang.

Rodrigo, kakak pertama Messi, yang hadir saat pameran tersebut mengaku sangat kagum dengan karya cipta Tanaka. "Ini luar biasa. Anda bisa melihat setiap garis dalam kaki ini. Ini adalah sebuah karya yang sangat mengesankan," katanya.

Sumber: kompas.com

Plus Minus Pengobatan Alternatif

KOMPAS.com — Kemajuan ilmu pengobatan tidak dapat dimungkiri telah berhasil  memperbaiki harapan hidup manusia selama bertahun-tahun. Para ilmuwan dari seluruh dunia terus mengembangkan berbagai cara untuk mengobati penyakit yang berbeda-beda.
Secara umum, saat ini terdapat dua jenis ilmu pengobatan yang  berkembang di masyarakat, yakni pengobatan medis konvensional dan pengobatan alternatif seperti herbal. Perubahan besar tampak dalam mentalitas masyarakat akhir-akhir ini ketika mereka berupaya dan terus untuk mencoba melakukan terapi alternatif. Namun, sayangnya, efikasi dari pengobatan alternatif ini masih diperdebatkan.
Seperti juga kebanyakan orang, Anda juga kerap bertanya apakah pengobatan alternatif efektif? Apaka model pengobatan ini perlu mempertimbangkan terapi alternatif sebagai pelengkap pengobatan konvensional?
Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari prinsip metode pengobatan alternatif. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, diharapkan Anda akan semakin bijaksana dalam memilih metode pengobatan.
Kelebihan:
- Pendekatan holistik. Pengobatan alternatif kebanyakan menganggap semua gejala sebagai satu kesatuan. Tidak ada suatu penyebab, melainkan gejala penyakit itu sendiri. Pengobatan alternatif lebih fokus pada langkah-langkah praktis, pada dasarnya mengobati kondisinya saja bukan gejalanya dengan target seluruh tubuh. Pengobatan alternatif obat yang fokus pada seluruh tubuh, bukan bagian dari tubuh. Praktik pengobatan alternatif tak hanya ditujukan untuk menyembuhkan kesehatan fisik saja tetapi juga emosional dan spiritual pasien.
- Perhatian yang bersifat pribadi. Terapi alternatif disesuaikan dengan kebutuhan pasien  berbeda dengan pengobatan medis merupakan produk massal yang digunakan di seluruh dunia. Namun, alternatif tidak dapat diproduksi secara massal atau banyak karena prinsipnya adalah untuk fokus pada tubuh pasien, di mana individu memiliki keunikan masing-masing.
- Mengurangi stres. Stres merupakan faktor penting yang dapat melemahkan kekebalan tubuh seseorang. Obat modern tidak memperhitungkan faktor stres dalam proses penyembuhan penyakit. Stres dianggap sebagai bagian intergal dari kehidupan modern dan benar-benar diabaikan. Terapi alternatif seperti yoga dan meditasi mengidentifikasi stres sebagai faktor utama dan mencoba untuk menguranginya dalam upaya melawan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi.
- Murah. Kebanyakan terapi alternatif berbiaya lebih murah dibandingkan pengobatan medis secara umum. Banyak pengobatan alternatif menggunakan bahan herbal untuk mengobati penyakit dan pengobatan herbal tak melakukan riset untuk mengembangkan atau memproduksinya. Biayanya pun relatih lebih murah dan terjangkau.
- Tidak merusak. Antibiotik tidak dapat membedakan antara virus dan bakteri yang merugikan atau bermanfaat bagi tubuh. Akibatnya, hal itu dapat mengeradikasi flora dan fauna yang menguntungkan bersama bakteri dan virus sehingga dapat menyebabkan kerusakan tubuh dalam jangka panjang.
Kekurangan:
- Waktu penyembuhan. Karena terapi alternatif bekerja pada pemberantasan penyakit dari akarnya, akibatnya terapi ini tidak memberikan penyebuhan instan. Jadi, jika Anda mencari solusi sementara, lebih baik menggunakan pengobatan medis biasa.
- Butuh dedikasi pasien. Obat-obat medis biasa sebagian berbentuk pil yang dimasukkan ke dalam mulut, sedangkan pengobatan alternatif memerlukan banyak perubahan gaya hidup pada pasiennya agar terapi bekerja dengan efektif. Pengobatan ini juga memerlukan komitmen serius dan kedisiplinan pasien agar efeknya dapat dirasakan.
- Penelitian terbatas. Karena sekarang mulai menjadi sorotan, pengobatan alternatif kini telah diuji secara ilmiah dan sebagian terbukti efektif. Namun, obat-obatan ini sebagian besar belum teruji secara klinis dan tidak disetujui oleh badan pemerintah yang membuat peraturan. (M05-11)

sumber: kompas.com

Iklan Pengobatan Kanker yang Menyesatkan Marak

JAKARTA, KOMPAS- Perkembangan pengetahuan bidang pengobatan nonkonvensional (pengobatan alternatif) penyakit kanker dimanfaatkan masyarakat. Perkembangan itu juga diikuti maraknya iklan pengobatan kanker yang menyesatkan.

”Iklan itu membuat banyak masyarakat tertipu,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pada pembukaan Konferensi Kerja Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) di Hotel Borobudur, Jumat (1/3).

Menurut Nafsiah, iklan pengobatan nonkonvensional sering bias dan berlebihan. Pengobatan yang ditawarkan belum terbukti berkhasiat/terjamin standar mutu dan keamanannya.

”Pemberi layanan juga kerap menggunakan gelar akademis profesi kesehatan yang diragukan keabsahannya,” tutur dia.

Nafsiah menegaskan, izin iklan pengobatan yang belum terbukti manfaat dan keamanannya akan dicabut. Itu sesuai amanat Peraturan Menkes No 1787 Tahun 2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan.

Belum bisa diandalkan

Menurut Menkes, pengobatan nonkonvensional belum bisa diandalkan mengobati kanker. Beberapa pengobatan tradisional meningkatkan daya tahan tubuh sehingga gejala-gejala kanker hilang. Namun, sel-selnya tetap hidup.

Diakui, prinsip layanan kesehatan nonkonvensional kanker dapat diharapkan untuk layanan kesehatan paliatif, yakni meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dyah Agustina Waluyo, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia, mengatakan, di tengah banyaknya tawaran pengobatan nonkonvensional, masyarakat harus berhati-hati dan selektif memilih pengobatan kanker.

Salah satu tantangan pengobatan konvensional kanker, menurut Ketua Perhompedin A Harryanto Reksodiputro, adalah bagaimana biaya yang tergolong mahal bisa berhasil baik. (K08)

Sumber: kompas.com

Krisis Sabah, Malaysia Tingkatkan Operasi Pengejaran Pengikut Sultan Sulu

Kuala Lumpur, - Otoritas Malaysia meningkatkan operasi pengejaran para pengikut Kesultanan Sulu asal Filipina yang 'menginvasi' Sabah, Malaysia. Sementara gerilyawan Filipina mengingatkan, para pejuang lainnya telah tiba di Sabah.

Kepala kepolisian Malaysia Ismail Omar mengatakan, sekitar 100-300 orang pengikut Sultan Sulu kini terpencar-pencar menyusul serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Malaysia pada Selasa, 5 Maret kemarin. Serangan militer itu dilancarkan Malaysia untuk mengakhiri krisis Sabah yang telah berlangsung tiga pekan ini.

"Otoritas telah memperluas wilayah operasi," kata Ismail kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/3/2013).

Dikatakannya, perluasan operasi ini diperlukan karena kelompok bersenjata asal Filipina itu terus bergerak. Namun Ismail menolak menjelaskan lebih rinci mengenai keberadaan maupun kondisi para pengikut Sultan Sulu itu.

Sementara itu, pemimpin separatis Moro National Liberation Front (MNLF), yang dulunya pernah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Filipina, mengatakan bahwa sejumlah pejuangnya telah tiba di Sabah untuk mendukung para pengikut Sultan Sulu.

"Banyak yang telah lolos dari pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir," ujar Muhajab Hashim kepada AFP. Dikatakannya, masih banyak lagi pejuang MNLF yang akan tiba untuk bergabung. Namun dia menolak menyebutkan jumlah persisnya.

(ita/nrl)
sumber: detik.com

Pertama di Indonesia, Pengadilan Pakai Skype untuk Kasus Pemerkosaan

Jakarta - Kala nilai-nilai keadilan harus dicari tetapi saksi tak bisa dihadirkan maka teleconference menjadi salah satu pilihan. Tetapi bagaimana jika pengadilan itu berada di pelosok dan terbentur biaya teleconference yang cukup mahal?

Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), tidak habis akal. Menggunakan sarana internet, Skype pun digunakan dalam sidang kasus pemerkosan sadis untuk memperdengarkan saksi korban yang masih SMA. Dalam kasus itu, korban juga ditusuk terdakwa Eko (22) empat kali di perut.

"Sidangnya tertutup untuk umum," kata ketua majelis hakim Syamsul Arief kepada wartawan, Rabu (6/3/2013).

Sidang yang digelar sejak pukul 10.00 WIB menghadirkan korban lewat Skype selama 2 jam. Korban live dari sebuah ruang sekolah di SMA di Purworejo, Jawa Tengah.

"Sebelum sidang, saya sumpah dulu saksinya. Di sana, dalam satu ruangan itu, saksi bersama pendeta dan pendamping. Saksi saya minta bersumpah dengan berdiri dan memegang Injil seperti sumpah yang saksi hadir di ruang sidang," terang Arief.

Setelah selesai disumpah, majelis hakim menanyakan apakah saksi akan memberikan keterangan didampingi pendamping atau sendiri. Saksi menjawab lebih nyaman memberikan keterangan sendirian.

"Lalu kami suruh pendamping dan pendeta keluar ruangan. Percakapan pun dimulai. Tanya jawab baik dari majelis dan jaksa tidak masalah," terang Arief yang menyidangkan bersama hakim anggota Hendra Halomoan dan Ikha Tina ini.

Selama 2 jam, koneksi teleconference hanya terputus 2 kali tetapi tidak mengganggu jalannya sidang. Hadir dalam ruang sidang tersebut JPU Alman Noveri dan pengacara terdakwa Dedy Mangunsong. Hadir pula keluarga korban. Dalam sidang ini, ayah korban menangis mendengar kesaksian itu.

"Habis berapa teleconference dua jam itu?" tanya wartawan.

"Murah. Sebulan kami langganan internet Rp 500 ribu. Jadi mengapa tidak menggunakan teknologi untuk mencari keadilan?" jawab Arief mantap.


(asp/nrl)
sumber: detik.com

Tinggalkan Berlin Menuju Budapest, Pesawat SBY Dikawal Jet Tempur Jerman

Berlin, - Setelah tiga hari melakukan kunjungan kenegaraan dan kerja di Berlin, Jerman, Presiden SBY terbang menuju Budapest, Hungaria untuk melanjutkan lawatannya.

Dalam penerbangannya, pesawat kepresidenan Airbus 330-300 dikawal oleh 2 Jet tempur milik Jerman. Pesawat kepresidenan take off dari Bandara Internasional Tegel, pukul 09.00 waktu Berlin atau pukul 15.00 WIB, Rabu (6/3/2013).

Setelah kurang lebih 15 menit mengudara, 2 pesawat jet tempur Jerman tipe Euro Fighter mengawal pesawat kepresidenan dari sisi kanan dan kiri.

Hanya sekitar 20 menit 2 pesawat jet tempur tersebut mengapit pesawat kepresidenan. Setelah melewati batas udara Jerman, 2 pesawat jet tempur tersebut meninggalkan pesawat kepresidenan.

Peristiwa ini menarik perhatian para rombongan yang ikut dalam pesawat kepresidenan. Mereka langsung mendokumentasikan momen tersebut.

Pengawalan yang disebut VVIP Escort ini merupakan prosedur tetap dari pihak militer Jerman bagi setiap kepala negara yang meninggalkan wilayah udara Jerman. Perjalanan dari Berlin menuju Budapest ditempuh dengan waktu 1,5 jam.

Presiden SBY melakukan kunjungan kenegaraan dan kerja ke Berlin, Jerman sejak 3-6 Maret 2013. Sementara itu pada 6-8 Maret Presiden SBY bersama para delegasi berada di Budapest, Hungaria dalam rangkaian kunjungan yang sama.

(mpr/fdn)
sumber: detik.com